Jakarta

Search Box

Translate to:

Pages

Categories

Archives

Meta


Pada tulisan sebelumnya sudah dibahas mengenai karakteristik KRIs dan PIs. Pada tulisan ini akan dibahas mengenai KPIs


3. Key Performance Indicators

KPIs merepresentasikan satu set pengukuran yang fokus pada aspek aspek kinerja organisasi yang benar-benar kritis bagi kesuksesan organisasi baik di saat sekarang maupun di masa yang akan datang.

Untuk memudahkan pemahaman mengenai KPI, contohnya adalah pada maskapai penerbangan. Ketepatan waktu datangnya pesawat adalah faktor penting yang menentukan kesuksesan maskapai penerbangan. Kenapa demikian? Jika pesawat datang terlambat, maka akan mengakibatkan beberapa hal yang dapat dilihat dari berbagai perspektif di bawah ini:


1. Perspektif keuangan, akan terjadi peningkatan biaya, karena adanya tambahan biaya airport dan biaya akomodasi penumpang akibat pesawat yang terlambat.

2. Perspektif lingkungan, adanya makanan dan bensin yang terbuang.

3. Perspektif pelanggan, akan terjadi kekecewaan pelanggan, bahkan calon pelanggan di masa depan.

4. Perspektif proses internal, mempengaruhi hubungan dengan supplier, bisa menghasilkan kualitas yang rendah.

5. Perspektif kepuasan karyawan, akan menyebabkan kekecewaan pada karyawan dan memberikan stress bagi mereka.

Pada maskapai penerbangan, ketepatan waktu pesawat adalah KPI. Organisasi umumnya memiliki beberapa KPI, dan mempunyai beberapa karakteristik sebagai berikut:

1. Pengukuran non-financial, artinya KPI tidak dinyatakan dalam mata uang misalnya dolar, rupiah, yen dan lain-lain.

2. Frekuensi pengukurannya setiap hari atau minggu

3. Dimonitor oleh CEO dan tim senior manajemen.

4. Pemahaman pengukuran dan tindakan korektif dibutuhkan oleh seluruh staf
KPI yang baik harus dapat memberitahu tindakan apa yang perlu dilakukan. Misalnya kasus keterlambatan pesawat, KPI mengkomunikasikan kepada semua orang bahwa harus ada fokus kepada waktu. Semua orang yang terlibat akan melakukan perbaikan dalam hal waktu dan berusaha meningkatkan layanan.

5. Hubungkan pertanggungjawaban kepada individual atau team.
KPI juga bisa dikaitkan dengan individual. Sehingga, CEO bisa saja datang ke seorang karyawan dan bertanya mengenai kinerja mereka. ROCE, misalnya, tidak akan bisa menjadi KPI karena merupakan hasil dari aktivitas beberapa manajer. Anda tidak akan bisa datang kepada seorang manajer dan berkata tolong naikkan ROCE sekarang.

6. Mempunyai pengaruh yang signifikan yaitu efek terhadap core critical Success Factors dan lebih dari satu perspektif balance scorecard.
KPI akan mempengaruhi faktor sukses terpenting dan juga perspektif balanced scorecard. Dalam kata lain, ketika seorang CEO berfokus kepada KPI dan karyawan mengikutinya, maka organisasi tersebut akan mencapai tujuan dari segala arah.

7. Mempunyai pengaruh positif pada pengukuran kinerja lainnya.
Mengurangi jam keterlambatan pesawat, misalnya, akan meningkatkan kinerja melalui pelayanan yang lebih baik.

Post tags:

No Comments

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Sorry, the comment form is closed at this time.