<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>www.reniatie.com</title>
	<atom:link href="http://reniatie.com/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://reniatie.com</link>
	<description>Website ini Diciptakan Sebagai Tempat Rekreasi dan Berkreasi di Dunia Maya</description>
	<pubDate>Fri, 13 Aug 2010 15:45:29 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>KEY PERFORMANCE INDICATORS (3)</title>
		<link>http://reniatie.com/?p=415</link>
		<comments>http://reniatie.com/?p=415#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Mar 2009 23:18:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Knowledge]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reniatie.com/?p=415</guid>
		<description><![CDATA[
Pada tulisan sebelumnya sudah dibahas mengenai karakteristik KRIs dan PIs. Pada tulisan ini akan dibahas mengenai KPIs
3. Key Performance Indicators
KPIs merepresentasikan satu set pengukuran yang fokus pada aspek aspek kinerja organisasi yang benar-benar kritis bagi kesuksesan organisasi baik di saat sekarang maupun di masa yang akan datang. 
Untuk memudahkan pemahaman mengenai KPI, contohnya adalah pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></HTML><br />
<H3><P ALIGN=JUSTIFY>Pada tulisan sebelumnya sudah dibahas mengenai karakteristik KRIs dan PIs. Pada tulisan ini akan dibahas mengenai KPIs<br /><BR><br />
<P align=justify><B>3. Key Performance Indicators</B><BR><br />
<P align=justify>KPIs merepresentasikan satu set pengukuran yang fokus pada aspek aspek kinerja organisasi yang benar-benar kritis bagi kesuksesan organisasi baik di saat sekarang maupun di masa yang akan datang. <BR><br />
<P align=justify>Untuk memudahkan pemahaman mengenai KPI, contohnya adalah pada maskapai penerbangan. Ketepatan waktu datangnya pesawat adalah faktor penting yang menentukan kesuksesan maskapai penerbangan. Kenapa demikian? Jika pesawat datang terlambat, maka akan mengakibatkan beberapa hal yang dapat dilihat dari berbagai perspektif di bawah ini:<BR><br />
<span id="more-415"></span><br />
<P align=justify>1. Perspektif keuangan, akan terjadi peningkatan biaya, karena adanya tambahan biaya airport dan biaya akomodasi penumpang akibat pesawat yang terlambat.<BR><br />
<P align=justify>2. Perspektif lingkungan, adanya makanan dan bensin yang terbuang. <BR><br />
<P align=justify>3. Perspektif pelanggan,  akan terjadi kekecewaan pelanggan, bahkan calon pelanggan di masa depan. <BR><br />
<P align=justify>4. Perspektif proses internal, mempengaruhi hubungan dengan supplier, bisa menghasilkan kualitas yang rendah. <BR><br />
<P align=justify>5. Perspektif kepuasan karyawan, akan menyebabkan kekecewaan pada karyawan dan memberikan stress bagi mereka. <BR><br />
<P align=justify>Pada maskapai penerbangan, ketepatan waktu pesawat adalah KPI. Organisasi umumnya memiliki beberapa KPI, dan mempunyai beberapa karakteristik sebagai berikut: <BR><br />
<P align=justify>1. Pengukuran non-financial, artinya KPI tidak dinyatakan dalam mata uang misalnya dolar, rupiah, yen dan lain-lain.<BR><br />
<P align=justify>2. Frekuensi pengukurannya setiap hari atau minggu<BR><br />
<P align=justify>3. Dimonitor oleh CEO dan tim senior manajemen. <BR><br />
<P align=justify>4. Pemahaman pengukuran dan tindakan korektif dibutuhkan oleh seluruh staf<br />
KPI yang baik harus dapat memberitahu tindakan apa yang perlu dilakukan. Misalnya kasus keterlambatan pesawat, KPI mengkomunikasikan kepada semua orang bahwa harus ada fokus kepada waktu. Semua orang yang terlibat akan melakukan perbaikan dalam hal waktu dan berusaha meningkatkan layanan. <BR><br />
<P align=justify>5. Hubungkan pertanggungjawaban kepada individual atau team.<br />
KPI juga bisa dikaitkan dengan individual. Sehingga, CEO bisa saja datang ke seorang karyawan dan bertanya mengenai kinerja mereka. ROCE, misalnya, tidak akan bisa menjadi KPI karena merupakan hasil dari aktivitas beberapa manajer. Anda tidak akan bisa datang kepada seorang manajer dan berkata tolong naikkan ROCE sekarang. <BR><br />
<P align=justify>6. Mempunyai pengaruh yang signifikan yaitu efek terhadap <I>core critical Success Factors</I> dan lebih dari satu perspektif <I>balance scorecard</I>.<br />
KPI akan mempengaruhi faktor sukses terpenting dan juga perspektif <I>balanced scorecard</I>. Dalam kata lain, ketika seorang CEO berfokus kepada KPI dan karyawan mengikutinya, maka organisasi tersebut akan mencapai tujuan dari segala arah. <BR><br />
<P align=justify>7. Mempunyai pengaruh positif pada pengukuran kinerja lainnya.<br />
Mengurangi jam keterlambatan pesawat, misalnya, akan meningkatkan kinerja melalui pelayanan yang lebih baik.<br />
</HTML></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reniatie.com/?feed=rss2&amp;p=415</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>KEY PERFORMANCE INDICATORS (2)</title>
		<link>http://reniatie.com/?p=394</link>
		<comments>http://reniatie.com/?p=394#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Feb 2009 06:42:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Knowledge]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reniatie.com/?p=394</guid>
		<description><![CDATA[
Pada tulisan sebelumnya, sudah dibahas tiga tipe pengukuran kinerja, selanjutnya akan dibahas mengenai karakteristik dari masing-masing pengukuran tersebut.
1. Key Result Indicators (KRIs)
Karakteristik dari KRIs adalah merupakan hasil dari berbagai kegiatan yang telah dilakukan. Pengukuran-pengukuran tersebut menggambarkan dengan jelas apakah perusahaan berjalan pada arah yang benar, dan tidak menjelaskan  apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><HTML><br />
<H3><P ALIGN=JUSTIFY>Pada tulisan sebelumnya, sudah dibahas tiga tipe pengukuran kinerja, selanjutnya akan dibahas mengenai karakteristik dari masing-masing pengukuran tersebut.<br /><BR><br />
<P align=justify><B>1. Key Result Indicators (KRIs)</B><BR><br />
<P align=justify>Karakteristik dari KRIs adalah merupakan hasil dari berbagai kegiatan yang telah dilakukan. Pengukuran-pengukuran tersebut menggambarkan dengan jelas apakah perusahaan berjalan pada arah yang benar, dan tidak menjelaskan  apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki (improve) hasil tersebut.<br />
<span id="more-394"></span><br />
<P align=justify>KRIs sering diidentikkan dengan KPIs, padahal keduanya berbeda. Adapun contoh dari KRIs adalah sebagai berikut:<BR><br />
<P align=justify>&nbsp;&nbsp;&nbsp; - Customer Satisfaction<br />
<P align=justify>&nbsp;&nbsp;&nbsp; - Net Profit Before Tax<br />
<P align=justify>&nbsp;&nbsp;&nbsp; - Profitabilty of Customers<br />
<P align=justify>&nbsp;&nbsp;&nbsp; - Employee Satisfaction<br />
<P align=justify>&nbsp;&nbsp;&nbsp; - Return on Capital Employee<br /> <br />
<P align=justify>Kita dapat menganalogikan pengukuran di atas dengan spidometer sebuah mobil. Dewan direksi dengan mudah dapat mengetahui kecepatan mobil dalam perjalanan. Sedangkan level managemen perlu mengetahui lebih banyak informasi, karena kecepatan mobil adalah merupakan kombinasi dari gigi (gear) dan <I>revolutions per minute (RPMs)</I> mesin.<BR><br />
<P align=justify>Dari segi review, periode review KRIs dilakukan secara bulanan atau kuartalan sedangkan periode review KPIs adalah harian atau mingguan.<BR><br />
<P align=justify><b>2. Performance Indicators (PIs)</b><BR><br />
<P align=justify>Jika KRIs merupakan hasil dari kegiatan, maka PIs adalah apa yang dilakukan untuk mencapai hasil. Contoh PIs adalah:<BR><br />
<P align=justify>&nbsp;&nbsp;&nbsp; - Profitability of the top 10% of customer<br />
<P align=justify>&nbsp;&nbsp;&nbsp; - Net profit on key product lines<br />
<P align=justify>&nbsp;&nbsp;&nbsp; - Percentage increase on sales with top 10% of customers<br />
<P align=justify>&nbsp;&nbsp;&nbsp; - Number of employees partipating in the sugestion scheme<BR><BR></p>
<p><P align=justify>Dari penjelasan diatas jelaslah perbedaan antara KRIs dan PIs, sedangkan KPIs akan dibahas pada tulisan selanjutnya.<BR><BR></p>
<p>(bersambung)<br />
</HTML></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reniatie.com/?feed=rss2&amp;p=394</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>KEY PERFORMANCE INDICATORS (1)</title>
		<link>http://reniatie.com/?p=356</link>
		<comments>http://reniatie.com/?p=356#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Jan 2009 17:30:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Knowledge]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reniatie.com/?p=356</guid>
		<description><![CDATA[
Kita tidak akan pernah melakukan perbaikan kalau kita tidak melakukan pengukuran. Dalam perusahaan, pengukuran dilakukan untuk mengetahui kinerja. Tools yang penting untuk mengukur kinerja dan membandingkan kinerja perusahaan dengan perusahaan lainnya adalah Key Performance Indicator (KPI). Mungkin ada diantara kita yang bertanya apa sesungguhnya KPI  itu dan apakah semua ukuran kinerja adalah KPI?

David Parmenter [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><HTML><br />
<H3><P ALIGN=JUSTIFY>Kita tidak akan pernah melakukan perbaikan kalau kita tidak melakukan pengukuran. Dalam perusahaan, pengukuran dilakukan untuk mengetahui kinerja. <I>Tools</I> yang penting untuk mengukur kinerja dan membandingkan kinerja perusahaan dengan perusahaan lainnya adalah Key Performance Indicator (KPI). Mungkin ada diantara kita yang bertanya apa sesungguhnya KPI  itu dan apakah semua ukuran kinerja adalah KPI?<br />
<span id="more-356"></span><br />
David Parmenter dalam bukunya <I>Key Performance Indicators: Developing, Implementing and using Winning KPIs</I> menjelaskan bahwa ada tiga tipe pengukuran kinerja yaitu:<BR><br />
<P align=justify>&nbsp;&nbsp;&nbsp; 1.	Key Result Indicators (KRIs)<br />
<P align=justify>&nbsp;&nbsp;&nbsp; 2.	Performance Indicators (PIs)<br />
<P align=justify>&nbsp;&nbsp;&nbsp; 3.	Key Performance Indicators (KPIs)<BR><BR></p>
<p><P align=justify>Selanjutnya, David juga menjelaskan bahwa masing-masing dari ketiga pengukuran tersebut mempunyai karakteristik yang berbeda. Namun, sebelum membahas perbedaannya, mari kita lihat bagaimana keterkaitan antara KRIs, PIs dan KPIs melalui gambar di bawah ini.<BR><BR></p>
<p><a href="http://reniatie.com/wp-content/uploads/2009/01/kpi-web21.gif"><img src="http://reniatie.com/wp-content/uploads/2009/01/kpi-web21.gif" alt="" title="kpi-web21" width="195" height="134" class="aligncenter size-full wp-image-370" /></a><H4><P align=center>Gambar : Tiga Tipe pengukuran Kinerja<P/></H4><BR></p>
<p><H3><P ALIGN=JUSTIFY>Gambar di atas, menjelaskan hubungan antara ketiga pengukuran yang dianalogikan seperti sebuah bawang. Kulit luarnya menjelaskan kondisi keseluruhan bawang dan semakin dikupas lapisan kulitnya, maka semakin banyak kita menemukan informasi. Lapisan-lapisan kulit bawang tersebut menunjukan berbagai pengukuran kinerja, namun inti (core) nya adalah <I>Key Performance Indicators.</I><BR><br />
Lalu, karakteristik apakah yang membedakan antara KPIs dan dua pengukuran lainnya? Nantikan pada tulisan selanjutnya.<BR><br />
(bersambung)</p>
<p></HTML></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reniatie.com/?feed=rss2&amp;p=356</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>OFFICE OF STRATEGY MANAGEMENT</title>
		<link>http://reniatie.com/?p=199</link>
		<comments>http://reniatie.com/?p=199#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Dec 2008 07:16:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Knowledge]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reniatie.com/?p=199</guid>
		<description><![CDATA[ 
Banyak organisasi sering gagal mengeksekusi strateginya. Mengapa demikian? Hasil research Balance Scorecard Collaboration (BSC Col) menemukan bahwa faktor utama penyebabnya adalah masalah keterkaitan (link) dari eksekusi strategi dengan tujuan perusahaan maupun kinerja perusahaan secara keseluruhan. Adapun hasil risetnya adalah :

&#160;&#160;&#160; - 67% dari organisasi HR dan IT tidak align dengan  strategi;
&#160;&#160;&#160; - 85% dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> <HTML><br />
<H3><P align=justify>Banyak organisasi sering gagal mengeksekusi strateginya. Mengapa demikian? Hasil research Balance Scorecard Collaboration (BSC Col) menemukan bahwa faktor utama penyebabnya adalah masalah keterkaitan (link) dari eksekusi strategi dengan tujuan perusahaan maupun kinerja perusahaan secara keseluruhan. Adapun hasil risetnya adalah :<br />
<span id="more-199"></span><br />
<P align=justify>&nbsp;&nbsp;&nbsp; - 67% dari organisasi HR dan IT tidak align dengan  strategi;<br />
<P align=justify>&nbsp;&nbsp;&nbsp; - 85% dari tim eksekutif perusahaan kurang dari satu jam per bulan untuk<br /> <P align=justify>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;mendiskusikan strategi;<br />
<P align=justify>&nbsp;&nbsp;&nbsp; - 60% anggaran perusahaan tidak link dengan strategi;<br />
<P align=justify>&nbsp;&nbsp;&nbsp; - 70% dari kompensasi insentif para middle manager tidak dikaitkan dengan strategi<br /> <br />
<P align=justify>Oleh karena itu banyak organisasi atau perusahaan membentuk satu bagian dalam organisasi yang disebut Office of Strategy Management (OSM) yang membantu melakukan alignment antara management process dengan strategi. Dengan adanya OSM, organisasi atau perusahaan akan memiliki seorang pada level eksekutif yang fokus pada lintas-fungsi proses bisnis yang dibutuhkan untuk mengeksekusi strategi, mempertahankan benefit, membuat eksekusi strategi yang permanen, dan mempertahankan kompetensi dalam organisasi. Organisasi yang mempunyai unit kerja OSM ini antara lain adalah Chrysler, US Army, Crown Castle dan Canadian Blood Services.</H3><br />
<HEAD><H2><ALIGN=JUSTIFY><B>&nbsp;&nbsp;Peran Office of Strategy Management</B></H2></HEAD><br />
<H3><P align=justify>Peran Office of strategy Management berkaitan dengan sembilan proses eksekusi strategy yaitu:<BR><br />
<P align=justify><B>1. Scorecard management</B><BR>Mendesain dan melaporkan pengukuran Balance Scorecard.<BR><br />
<P align=justify><B>2. Organization Alignment</B><BR>Memastikan seluruh unit bisnis dan support align dengan strategi.<BR><br />
<P align=justify><B>3. Strategy Reviews</B><BR>Membuat agenda meeting strategy review dan pembelajaran (learning).<BR><br />
<P align=justify><B>4. Strategic Planning</B><BR>Membantu CEO dan tim eksekutif dalam formulasi dan update strategi.<BR><br />
<P align=justify><B>5. Strategy Communication</B><BR>Mengkomunikasikan dan mengajarkan strategi kepada karyawan.<BR><br />
<P align=justify><B>6. Initiative Management</B><BR>Mengidentifikasi dan mengawasi pengelolaan strategic initiatives.<BR><br />
<P align=justify><B>7. Planning/Budgeting</B><BR>mengaitkan (link) finance, human resources, teknologi informasi dan marketing dengan strategi.<BR><br />
<P align=justify><B>8. Workforce Alignment</B><BR>memastikan seluruh tujuan, insentif  dan rencana pengembangan karyawan link dengan strategi.<BR><br />
<P align=justify><B>9. Best Practices Sharing</B><BR>Memfasilitasi proses untuk mengidentifikasi dan share best practices.<BR><br />
Dari sembilan peran tersebut, secara garis besar dapat dikelompokan lagi menjadi :<BR><br />
<P align=justify><B>Core Roles</B><BR>yaitu Scorecard management, Organization Alignment dan Strategy Reviews.<BR><br />
<P align=justify><B>Desirable/Recommended Roles</B><BR>yaitu strategic planning, strategy communication dan initiative management.<BR><br />
Core dan desirable/recommended roles, prosesnya dijalankan oleh OSM.<BR><br />
<P align=justify><B>Integrative Roles</B><BR>yaitu planning/budgeting, workforce alignment dan best practices sharing. Peran ini adalah peran koordinasi dengan bagian lain yang bertanggungjawab. OSM memastikan bahwa proses benar-benar terintegrasi dengan strategi perusahaan. Sebagai contoh misalnya:<BR><br />
<P align=justify>Planning/budgeting: proses ini dikoordinasikan dengan  Chief Financial Officer (CFO), Human Resources Officer (HRO), Chief Information Officer (CIO, dan Chief Marketing Officer (CMO).<br />
<P align=justify>Workforce Alignment: proses ini dikoordinasikan dengan Human Resources Officer (HRO).<br />
<P align=justify>Best Practices Sharing: proses ini dikoordinasikan dengan Chief Knowledge Officer (CKO).<br />
<HEAD><H2><ALIGN=JUSTIFY><B>&nbsp;&nbsp;Positioning  Office of Strategy Management</B></H2></HEAD><br />
<H3><P align=justify>Eksekusi strategi membutuhkan perubahan organisasi secara terus menerus dimana hanya CEO lah yang mempunyai wewenang untuk hal ini. Unit organisasi OSM dibuat untuk mengelola eksekusi strategi. Oleh karena itu maka akan lebih efektif bila OSM mempunyai akses langsung kepada CEO.</H3></p>
<p>&nbsp;&nbsp;<H4>Sumber bacaan:<br />
&nbsp;&nbsp;1. Creating the Office of Strategy Management (Robert S. Kaplan &#038; David P. Norton)<br />
&nbsp;&nbsp;2. www.cognos.com<H4></p>
<p></HTML><BODY><H3></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reniatie.com/?feed=rss2&amp;p=199</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Datang di Websiteku</title>
		<link>http://reniatie.com/?p=1</link>
		<comments>http://reniatie.com/?p=1#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Sep 2008 07:19:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Welcome]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reniatie.com/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[

Terima kasih atas kunjungan Anda di websiteku. Ini adalah langkah awal saya untuk rekreasi di dunia maya. Datang dan nikmatilah perjalanan menjelajahi dunia tanpa batas ini bersama saya. Semoga perjalanan ini menyenangkan&#8230;

The_Power_Of_Love_-_Celine_Dio.mp3

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><HTML><br />
<H3><FONT FACE="calibri"color="black">
<p align="justify">Terima kasih atas kunjungan Anda di websiteku. Ini adalah langkah awal saya untuk rekreasi di dunia maya. Datang dan nikmatilah perjalanan menjelajahi dunia tanpa batas ini bersama saya. Semoga perjalanan ini menyenangkan&#8230;</H3></p>
<pre>
<a href="http://www.4shared.com/audio/v4WPxhAY/The_Power_Of_Love_-_Celine_Dio.html" target=_blank>The_Power_Of_Love_-_Celine_Dio.mp3</a></a></object></p>
<p></HTML></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reniatie.com/?feed=rss2&amp;p=1</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
